Breaking News

LKK menyiapkan Perempuan Berdaya

   Ketua Kohati Andi  Wahyuni Muzakkir

Sebanyak 20 orang peserta Latihan Khusus Kohati ( LKK ) Kohati Cabang Samarinda dinyatakan lulus.Hal itu dilaporkan oleh SC saat Penutupan LKK Tingkat Nasional Kohati Cabang Samarinda. Acara yang dimulai sejak tanggal 23 /03/2022 pembukaan di Kantor Gubernur beakhir 27/03/22) di tutup siang tadi di Hotel Royal Park Samarinda oleh Ketua Umum HMI Cabang Samarinda, Hariyani.

  Peserta LKK

Menurut Ketua Kohati Cabang Samarinda, Andi Wahyuni Muzakkir, semula yang mengikuti Latihan Khusus Kohati Tingkat Nasional ini sebanyak 32 orang dengan  persyaratan awal yang bisa mengikuti LKK harus  membuat makalah. 
"Dari 32 orang tersebut yang lolos bisa mengikuti proses pembelajaran di kelas tersisa  20 orang.Papar Wahyuni.

Presidium KAHMI Kalitim, H.Mursidi Muslim dalam sambutannya mengungkapkan bahwa " dibalik kelemahan yang dimiliki kaum perempuan juga memiliki keistimewaannya," pujinya.

   H.Mursidi Muslim 

Mursidi pun mengingatkan bahwa sesungguhnya keniscayaan perempuan sangat luar biasa tahun 2045 Indonesia berusia 100 tahun.
"Dengan usia 100 tahun ini menjadi kesempatan dan sekaligus menjadi tantangan bagi kaum perempuan termasuk kader HMI terutama Kohati",pesannya.
Dengan mengikuti LKK ini menjadi bekal bagi Kohati dalam kemampuan Leadership.
Dengan ledearship yang dimiliki dapat membaca setiap peluang.
Gunakan dan manfaatkan waktu untuk  berprestasi jangan jadi kaum rebahan, perbanyak  litersi,   bergaul agar fikiran terbuka dengan tetap menjaga harga diri.
"Diri kita tidak ditentukan oleh siapapun.  Diri  kita, kita yang mengendalikan dan menentukannya", ujar Mursidi.
Selain memiliki kemampuan Leadership sudah seharusnya setiap individu Kohati maupun HMI memiliki jiwa lnterpernuer.
Itulah nilai lebih yang dimiliki Kohati selain karena juga diajarkan tentang keislaman. 

" Kita boleh besar, boleh hebat, tapi pondasi agama tidak  boleh hilang dan terus bangun koneksi dengan alumni HMI,"pintanya.

   Para Senior HMI foto bersama 

Majelis Daerah  Forhati Kohati Samarinda, Nur Azizah dalam sambutannya mengatakan bahwa 
perempuan yang banyak aktivitas bagian dari sarana kebahagiaan. Berbeda dengan wanita yang terkekang akan melampiaskan pada anak anaknya. 
Nur Azizah yang juga mantan Ketua Kohati HMI Cabang Samarinda, mempertanyakan mana sikap kritis Mahasiswa hari ini termasuk kader HMI  terkait dengan persoalan kebangsaan.


" Dengan perpaduan keilmuan di Kampus dan di Organisasi sikap kritis harus dimiliki  sebagai ciri organisasi  kader yang kritis.Termasuj fenomena perkawinan beda agama, mana suara HMI 
?
"Jangan terlena dengan tantangan zaman, kendalikan diri untuk kehidupan akhirat.Tingkatkan keagamaan kita, sholawt dan dzikir.Dan Nilai-nikai  agama tetap harus ditonjolkan dimanapun berada",nasehat Azizah.

  Ketua HMI Cabang Samarinda,Hariyani

Sementara itu  Ketum HMI Cabang Samarinda Hariyani  mengawali sambutannya menyampaikan pengalamannya, bahwa   perbedaan mereka yang ikut LKK dengan yang tidak mengikutinya saat berkiprah dalam kancah Nasional, termasuk LKK ini akan menjadi bekal saat menjadi Ibu, saat menjadi Isteri dan saat menjadi Putri  di Masyarakat.
Dengan mengikuti LKK dapat menjadi Perempuan yang mengambil peran di masyarakat,yaitu Perempuan yang berdaya.

"HMI tidak menghalangi Kohati untuk berperan dalam bidang apapun, karena sama haknya ruang laki dan ruang perempuan untuk berkarya dan begerak",motivasinya.

Latihan Khusus Kohati yang diikuti peserta dari Kohati  Cabang Makasar,Kohati Cabang Berau, Kohati Cabang Balikpapan, Kohati Cabang Tenggarong dan Tuan Rumah Kohati Cabang Samarinda ditutup dengan tampilan tarian modern dari salah satu sanggar tari yang ada di Kota Samarinda dan sore harinya menyelusuri sungai Mahakam merajut sejuta kenangan dengan segala harapannya untuk mengimplementasikan di cabang masing masing.

Yakusa ( * Selamat Said Sanib)



Tidak ada komentar